photo YDXJ2282_zpsn6izcvzg.jpg

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 November 2014

Danau Kelimutu

Fando99 - Kali ini saya akan posting tentang wisata Danau Kelimutu, jika anda ingin tau misteri Danau Kelimutu silahkan baca disini Danau Kelimutu, Penuh Misteri

Danau Kelimutu

Wisata Alam – Danau Kelimutu – Flores – Nusa Tenggara Tmur
Danau Kelimutu adalah danau kawah yang terletak di puncak Gunung Kelimutu (gunung berapi) yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.
Danau Kelimutu

Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.
Danau ini berada di ketinggian 1.631 meter dari permukaan laut.
Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.
Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda, tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu.
Kawasan Konservasi Alam Nasional
Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.
Jenis hutan
  • Hutan Dipterokarp Bukit adalah kawasan hutan yang terdapat di ketinggian antara 300 – 750 meter.
  • Hutan Dipterokarp Bukit 300 – 750 meter
  • Hutan Dipterokarp Atas ketinggian 750 – 1.200 meter
  • Hutan Montane 1,200 – 1.500 meter
  • Hutan Ericaceous > 1.500 meter
Beberapa flora yang dapat ditemui di sekitar danau antara lain Kesambi (Schleichera oleosa), Cemara (Casuarina equisetifolia) dan bunga abadi Edelweiss. Sedangkan fauna yang ada di sekitar danau, antara lain Rusa (Cervus timorensis), Babi hutan (Sus sp.), Ayam hutan (Gallus gallus) dan Elang (Elanus sp.)
Danau Kelimutu yang terletak di puncak Gunung Kelimutu ini masuk dalam rangkaian Taman Nasional Kelimutu.
Danau Kelimutu mempunyai tiga kubangan raksasa. Masing-masing kubangan mempunyai warna air yang selalu berubah tiap tahunnya. Air di salah satu tiga kubangan berwarna merah dan dapat menjadi hijau tua serta merah hati; di kubangan lainnya berwarna hijau tua menjadi hijau muda; dan di kubangan ketiga berwarna coklat kehitaman menjadi biru langit.
Secara adminitratif, Danau Kelimutu berada pada 3 kecamatan, yakni Kecamatan Detsuko, Kecamatan Wolowaru dan Kecamatan Ndona, ketiganya berada di bawah naungan Kabupaten Dati II Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Akses ke Kawasan ini yaitu dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, menggunakan pesawat menuju kota Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum berupa mini bus, menuju Desa Kaonara, yang berjarak 93 km, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Dari Desa Koanara menuju Puncak Danau Kelimutu, berjalan sepanjang 2,5 km.
Sebagai salah satu objek wisata andalan , maka akomodasi di sekitar danau cukup diperhatikan. Di sekitar danau terdapat pondok jaga, shelter berteduh untuk pengunjung, MCK, kapasitas lahan parkir , serta beberapa losmen kecil .

Danau Kelimutu, Penuh Misteri



Fando99 - Di kesempatan kali ini saya akan berbagi info tentang misteri Danau Kelimutu, silahkan baca artikel di bawah ini :


Panorama Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, memang penuh misteri yang tak terselami hingga saat ini.Perubahan warna danau yang sering terjadi di tiga kawah terpisah bekas letusan Gunung Kelimutu itu menjadi keunikan yang tak ada duanya di dunia. Sebagai warga yang cukup lama tinggal di daratan Flores, saya akan memaparkan apa yang saya ketahui tentang Danau Kelimutu berdasarkan pengamatan dan pengetahuan pribadi.

Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ini dikenal sebagai danau tiga warna. Dinding danau yang indah ini rawan longsor. Sayangnya, keindahan Danau Kelimutu tak seindah sistem pengelolaannya. Sejumlah fasilitas, terutama sarana untuk wisatawan, kini banyak dalam kondisi rusak dan tak terawat. Misalnya saja kamar kecil, bangunan pendopo di areal parkir yang kondisinya memprihatinkan, serta kapasitas lahan parkir yang amat terbatas, yang hanya mampu menampung sekitar 20 kendaraan roda empat dan beberapa sepedamotor.

Danau Kelimutu sesungguhnya merupakan salah satu obyek wisata andalan Flores. Untuk mencapai danau yang terletak sekitar 51 kilometer arah timur dari Kota Ende itu, wisatawan bisa menggunakan kendaraan bermotor dari Ende, juga bisa menggunakan bus antarkota.Pemandangan di kawasan itu sangat memesona. Kabut putih tebal yang bergerak perlahan menutupi puncak Gunung Kelimutu ( kurang lebih 1.640 meter di atas permukaan laut) merupakan salah satu pemandangan yang sangat khas di sekitar tiga danau berwarna di atas puncak gunung.


Potensial

Di kawasan Danau Kelimutu banyak hal yang dapat dijumpai, yang jika dikelola secara optimal pasti akan mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Manakala situasi sepi pengunjung, suasana akan terasa senyap dan menjemukan. Kita hanya akan melihat hamparan tanah dengan sejumlah tanaman hijau, selain tentunya menyaksikan perubahan warna yang menakjubkan ketiga danau. Namun, jangan berharap ada penjelasan atau keterangan yang memadai seputar keajaiban danau itu maupun alam sekitarnya.Di kawasan danau hanya ada satu papan yang “berjudul” Perubahan Alam, Kepercayaan Abadi. Akan tetapi, papan itu pun kondisinya sudah tak terawat, penuh goresan tangan jahil yang menghilangkan sejumlah huruf. Keterangan yang diberikan pun hanya seputar legenda secara garis besar, tidak ada penjelasan secara ilmiah.

Tiga danau yang letaknya berdekatan satu sama lain itu juga “tidak bernama”. Di sisi timur, terdapat dua danau, yang airnya masing-masing berwarna hijau dan cokelat tua. Untuk danau yang berwarna hijau, masyarakat biasanya menyebutnya dengan danau arwah muda-mudi (tiwu nua muri ko’o fai). Yang berwarna cokelat tua disebut danau arwah tukang tenung atau orang jahat (tiwu ata polo). Di sisi barat ada satu danau yang berwarna hijau lumut atau gelap, yang biasa disebut danau arwah orangtua (tiwu ata mbupu).


Perubahan warna

Sejumlah kalangan menduga, perubahan warna air di danau itu disebabkan aktivitas Gunung Berapi Kelimutu, pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimia terlarut, serta akibat pantulan warna dinding dan dasar danau. Penjelasan singkat bahwa perubahan warna air ke biru putih (sekarang hijau) dimungkinkan oleh perubahan komposisi kimia air kawah akibat perubahan gas-gas gunung api, atau dapat juga akibat meningkatnya suhu.

Sementara itu, meningkatnya konsentrasi besi (Fe) dalam fluida menyebabkan warna merah hingga kehitaman (sekarang cokelat tua). Adapun warna hijau lumut dimungkinkan dari biota jenis lumut tertentu.Lalu soal dinding pemisah antara tiwu nua muri ko’o fai dengan tiwu ata polo diberikan penjelasan singkat bahwa dari sudut geologi, bagian dinding danau merupakan bagian yang paling labil. Dengan posisi berdekatan, apalagi jika terjadi gempa dengan skala besar, tidak menutup kemungkinan kedua danau ini akan menyatu.Selain itu, mengingat Pulau Flores termasuk daerah rawan gempa, diperlukan kajian untuk dapat menginformasikan kepada wisatawan pada lokasi mana harus berlindung ketika berada di sekitar Danau Kelimutu.


Sejarah Kelimutu

Kelimutu merupakan gabungan dari kata keli yang berarti gunung dan mutu yang berarti mendidih itu merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang sangat terkenal di Pulau Flores, selain Komodo, kampung tradisional Bena dan Taman Laut Riung yang indah.Bagi Anda yang sempat berkunjung ke Flores, kunjungan Anda ke Flores di NTT belum lengkap bila belum sempat mampir ke Danau Kelimutu yang terletak di Gunung Kelimutu. Danau ini menyuguhkan pemandangan danau 3 warna yang pada waktu waktu tertentu warnanya dapat berubah.

Danau Kelimutu ditemukan oleh Van Suchtelen, pegawai Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1915. Danau ini mulai dikenal setelah Romo Bouman menerbitkan artikel mengenai Danau Kelimutu.Danau vulkanik itu dianggap ajaib atau misterius, karena warna ketiga danau tersebut berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.Awalnya Danau Kelimutu dikenal memiliki tiga warna, yakni merah, putih dan biru, dibeberapa dokumen yang ada, danau yang sekarang berwarna hitam, dulu sebelum tahun 1970 berwarna merah, seperti terlihat pada lembaran uang kertas RI harga Rp 5.000 yang lama.

Penduduk setempat meyakini bahwa perubahan warna ketiga danau tersebut menunjukkan gejala alam yang akan timbul seperti gunung berapi meletus, adanya longsor, musibah alam lainnya atau musibah lainnya. Untuk menapaki puncak Kalimutu, ada beberapa pilihan untuk mencapai puncak Kelimutu, yakni dengan berjalan kaki, naik kuda, menyewa motor dan menyewa mobil.


1. Air Panas
Tidak jauh dari Moni Anda dapat menjumpai beberapa sumber air panas di sekitar Moni dan sangat menyegarkan untuk mandi di sumber panas ini terutama setelah Anda turun bekeringat dari Gunung Kelimutu.


2. Rumah adat
Di sekitar Moni seperti di Desa Ngala, Jopu atau Wolowaru pada saat itu Anda dapat melihat beberapa rumah adat setempat yang dibangun menjulang tinggi, beratap kerucut, bentuk di bagian bawah mirip rumah panggung yang tidak terlalu tinggi dari permukaan tanah dan untuk masuk ke dalam rumah seseorang harus menggunakan tangga. Di bagian dalam atap kerucut ini ada suatu platform di mana benda benda sakral termasuk juga tulang belulang nenek moyang mereka disimpan. Sayang sekali ruangan ini tidak diperkenankan untuk difoto.


3. Misionaris
Larantuka dan Maumere merupakan titik awal penyebaran agama Katolik oleh para misionaris Portugis. 400 tahun yang lalu para misionaris Portugal masuk pertama kali ke Maumere, salah satu peninggalan Portugis adalah Gereja Tua Sikka bernuansa Portugis yang sampai sekarang masih berdiri megah di Desa Sikka. Gereja ini berarsitektur kolonial, unsur-unsur tradisional Flores tetap diakomodasikan dalam interiornya dengan berbagai motif tenun Sikka terlukis pada dinding dan altarnya.

Seminari Ledalero dengan museumnya, merupakan bukti lain kuatnya pengaruh agama Katolik dalam kehidupan masyarakat Maumere.

Perjalanan panjang sejarah Flores dapat ditelusuri dari berbagai koleksi yang dimilikinya. Berbagai koleksi tenun ikat dengan motif yang kini tak lagi diproduksi pun dapat ditemui di museum ini. Seminari Ledalero dikelola oleh para misionaris SVD yang berasal dari Austria.


4. Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende
Rumah pembuangan Bung Karno terletak di Jalan Perwira, Kota Ende yang secara kasat mata kelihatan seperti layaknya permukiman penduduk, yang membedakan dari rumah penduduk lainnya adalah sebuah papan nama bertuliskan Situs, Bekas Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende terpampang di halaman depan. Di rumah berukuran 12 x 9 meter ini, mantan Presiden Republik Indonesia yang pertama Soekarno (Bung Karno) menjalani masa pengasingan oleh Kolonial Belanda selama empat tahun (1934-1938).


Informasi untuk FK Travel Guide :
-Waktu yang terbaik untuk berkunjung ke Gunung Kelimutu : Juli-September
-Kegiatan yang bisa dilakukan selama di Kabupaten Sikka : Diving di Maumere, Hunting foto di Gunung Kelimutu dan menikmati keindahan alam Kabupaten Sikka.
-Oleh-oleh yang bisa dibeli : Kain tenun ikat Sikka dan sekitarnya, baik sebagai sarung maupun sebagai accessories seperti tas, rompi maupun jaket, gelang gading gajah.

Rabu, 24 September 2014

Wisata Alam Umbul Sidomukti Semarang

Wisata alam, wisata pegunungan Umbul Sidomukti memang sangat mempesona. Sangat cocok sekali untuk untuk wisata keluarga maupun wisata corporate event. Pemandangan yang elok memukau memanjakan mata bagi para pengunjung baik wisatawan domestik maupun manca negara.
Terdapat juga kolam renang dari sumber mata air alami dan terletak di lereng gunung ungaran pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Kolam renang Umbul Sidomukti diapit jurang dikedua sisinya. Sengaja dipilih karena keindahan panoramanya, kesegaran udaranya serta beningnya air yang benar-benar alami. Lereng gunung ungaran kaya akan mata air pegunungan yang mengalir sepanjang tahun, diantaranya Tuk ngetihan yang airnya menyegarkan jiwa dan raga hingga dipercaya dapat membuat awet muda.
Banyak fasilitas-fasilitas yang ditawarkan di kawasan wisata Umbul sidomukti yang tentunya untuk memanjakan para wisatawan yang berkunjung untuk menikmati liburan maupun sekedar meluangkan waktu santai. Diantaranya berupa Taman Renang Alam, Outbond Training, Pondok Lesehan, Meeting Room, Paket Wisata, Adrenalin Games, Camping Ground serta Pondok Wisata. Arena permainan Flying fox dengan panjang lintasan 110 meter, dengan jarak ketinggian dari titik terendah lembah sekitar 70 meter. Flying fox ini menyeberangi lembah, jadi seakan berpindah dari lereng bukit ke bukit di seberang dengan bergantung pada dua utas tali dan pengaman serta helm.
Tracking, menyusuri jalan setapak di lereng gunung Ungaran. River up trekking, Deep valley trip, hill walking atau medini track masing-masing mempunyai sensasi dan tantangan yang berbeda. Dari hutan pinus hingga hutan tropis, lembah yang dalam, gigir curam, dan air terjun dicekungannya menjadikan keindahan langka yang belum banyak diketahui. Event kejuaraan nasional (Kejurnas) Seri 2 Djarum 76 Indonesian Downhill di Umbul Sidomukti juga pernah digelar yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah diseluruh indonesia.
Rute untuk menuju Kawasan Wisata Alam Umbul Sidomukti bisa dicapai dari arah Semarang menuju Solo, sampai menemukan pom bensin Lemah abang di sisi kiri jalan, lalu belok kanan menuju ke arah Bandungan. Begitu sampai Pasar Jimbaran, akan ada gang bertuiskan sidomukti di sisi kanan bersebelahan dengan bengkel resmi honda AHAS. Di sepanjang jalan kecil dan menanjak ada beberapa papan petunjuk untuk sampai ke Taman Renang Alam Umbul Sidomukti, Desa Sidomukti, Bandungan, Semarang. Dari pintu gerbang ini jangan terlalu kaget jika menyetir sendiri, karena jalannya cukup sempit hingga mencapai lokasi.

Selasa, 02 September 2014

Curug Siklotok Purworejo

Kali ini ane mau posting wisata curug siklotok purworejo. Karena curug ini dekat dengan daerah ane, jadi ane wajib posting curug ini.. Hehehe :) :D


Curug Siklotok di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing, ikon baru pariwisata Kabupaten Purworejo. Banyak yang bilang objek wisata di kawasan Perbukitan Menoreh itu tidak kalah bagus dengan Tawangmangu atau Baturaden. Butuh perjuangan melintasi jalan setapak berbatu dan sedikit mendaki bukit.
Berkunjung ke Curug Siklotok, wisatawan akan mendapat suguhan keindahan tiga tingkat air terjun. Air terjun paling bawah bernama Curug Siklotok dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Air terjun tanpa nama dengan ketinggian sepuluh meter berada di atas Siklotok. Lalu paling atas terdapat Curug Silangit dengan ketinggian sedikitnya 60 meter.
Selain itu, terdapat pemandian di bawah air terjun Siklotok, bernama Kedung Bunder yang maksimal memiliki kedalaman dua meter. Sementara di atas curug terdapat Kedung Sedandang (4,75 meter), Kedung Lesung (2,5 meter) dan Kedung Kuali (3,25 meter) dan Kedung Kendit di tengah Curug Silangit, sehingga tidak bisa dijangkau manusia. Namun ada larangan keras untuk mandi atau bermain air di ketiga lubuk tersebut. 
Di kawasan Curug Siklotok sudah terdapat Kelompok Sadar Wisata. Mereka adalah sekelompok orang yang membantu mengelola curug Siklotok tersebut. Jadi mereka akan melayani wisatawan yang berkunjung ke Curug Siklotok.



Sebagai air terjun bersumber mata air alami, Siklotok termasuk jernih dan hanya sedikit keruh akibat pengaruh sedimentasi batu kapur yang menjadi material utama gugusan Menoreh. Namun pengunjung juga harus waspada jika datang ke kawasan curug ada musim hujan. Selain itu, sepanjang musim hujan, akses menuju Curug Silangit ditutup agar aman.
Ada kepercayaan jika membasuh muka dengan air Curug Siklotok dapat membuat wajah awet muda. Kendati tidak dipromosikan secara langsung, namun gaung tradisi lokal itu terdengar hingga telinga pengunjung yang bukan berasal dari Kaligesing.
Untuk urusan akomodasi, masyarakat Kaligono juga sudah mempersiapkan semuanya. Sejumlah warung penjual minuman hangat dan mie instan siap menjamu wisatawan usai bermandi ria di Kedung Bunder. 
Hanya saja untuk mengaksesnya perlu kesehatan yang prima. Pasalnya, setiap pengunjung harus jalan kaki sejauh 750 meter dari lokasi parkir kendaraan melintasi setapak berbatu dan mendaki. Namun tidak perlu khawatir, karena selepas itu lelah dan bosan segera terbayar dengan keindahan yang dimiliki oleh curug Siklotok.

Indahnya Wisata Gunung Tangkuban Perahu

Indahnya Wisata Gunung Tangkuban Perahu yang menjadi tujuan wisata populer di kawasan Bandung dan sekitarnya ini memiliki banyak sekali peminat baik itu wisatawan lokal maupun asing. Selain karena namanya yang sudah tersohor karena legenda Sangkuriang, Gunung Tangkuban Perahu memanglah tempat wisata di Bandung yang sangat Indah sekali.

Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung yang berada di Provinsi Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. Berjarak sekitar 20 km menuju ke arah utara adalah Kota Bandung, dengan rimbun dan banyak pohon pinus serta hamparan hijau kebun teh yang ada di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu memiliki ketinggian kurang lebihnya adalah sekitar 2.084 meter.

Bentuk dari gunung ini adalah Stratovulcano dengan memiliki pusat erupsi yang selalu berpindah dari timur ke barat. Jenis dari bebatuan yang dikeluarkan melewati letusan dari gunung ini kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang banyak dikeluarkan adalah seperti sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan pada waktu gunung sedang tidak aktif adalah uap belerang.
Gunung Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Perahu
Daerah kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Tingkat suhu rata-rata pada setiap harinya adalah sekitar 17 derajat celcius pada waktu siang hari dan bersuhu sekitar 2 derajat celcius pada malam hari. Gunung Tangkuban Parahu juga memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Montane, hutan Dipterokarp Atas, serta Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu

Asal-usul dari Gunung Tangkuban Parahu selalu terkait dengan sebuah legenda Sangkuriang, yang pada kisahnya telah jatuh cinta kepada ibunya sendiri yang bernama Dayang Sumbi. Kemudian demi untuk menggagalkan rencana dan niat anaknya sendiri untuk menikahinya, Dayang Sumbi memberikan syarat agar Sangkuriang dapat membuat sebuah perahu dalam kurun waktu semalam.
Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu
Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu
Pada waktu usahanya sudah gagal, Sangkuriang kemudian marah dan kemudian menendang perahu setengah jadi yang dibuatnya tersebut yang kemdudian mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu yang telah di tendang Sangkuriang inilah yang kemudian membentuk sebuah Gunung Tangkuban Parahu.

Status Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Parahu ini masih termasuk dalam kategori gunung berapi aktif yang statusnya terus diawasi terus oleh Badan Direktorat Vulkanologi Indonesia. Diantara beberapa kawahnya juga masih menunjukkan tanda tanda dari aktifnya gunung ini. Beberapa tanda dari aktivitas gunung berapi ini adalah seperti munculnya gas belerang serta sumber-sumber air panas yang berada di kaki gunungnya, di antaranya adalah yang terdapat di kasawan Ciater, Subang.
Gunung Tangkuban Perahu
Wisatawan yang berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu
Keberadaan dari gunung ini serta bentuk dari topografi Bandung yang seperti cekungan dengan banyak bukit dan gunung pada setiap sisinya semakin menguatkan teori bahwa adanya sebuah telaga besar yang sekarang merupakan kawasan Bandung.

Para ahli geologi meyakini bahwa kawasan dataran tinggi Bandung yang memiliki ketinggian kurang lebihnya sekitar 709 m di atas permukaan air laut adalah sisa-sisa dari danau besar yang terbentuk akibat pembendungan Ci Tarum oleh letusan gunung berapi purba yang dikenal dengan nama Gunung Sunda danGunung Tangkuban Parahu hanya merupakan sisa dari Gunung Sunda purba yang sampai sekarang masih aktif.

Fenomena seperti ini juga bisa dilihat pada Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro yang berada di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda dari Sangkuriang yang merupakan sebuah cerita masyarakat yang ada kawasan itu diyakini adalah sebuah dokumentasi dari masyarakat yang hidup di kawasan Gunung Sunda Purba terhadap berbagai peristiwa pada waktu itu.

Rutel Perjalanan Aksesibilitas Dengan Kendaraan

Rute jalan untuk dapat sampai di kawasan obyek wisata Gunung Tangkuban perahu dapat melewati pintu tol Pasteur, lali dilanjutkan menuju ke Jl. Dr. Djunjunan - lanjut lagi dengan berjalan ke Pasirkaliki - kemudian melewati Sukajadi - Setiabudi - Lembang lalu Anda akan sampai ke lokasi Wisata Gunung Tangkuban parahu (Gerbang bagian Atas).
Wisatawan yang berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu
Wisatawan yang berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu
Bila Anda keluar dari pintu tol Padalarang (lewat Cipularang), bisa mengambil arah menuju ke Cimahi kemudian belok ke arah kiri dan melalui Jl. Kolonel Masturi, lalu teruskan saja mengikuti jalan Kolonel Masturi sampai pada ujungnya (melalui kawasan kecamatan Cisarua dan kecamatan Parongpong, Kab. Bandung Barat), kemudian pada waktu Anda sudah bertemu dengan pertigaan Jl. Raya Lembang, lanjutkan dengan memilih jalan belok kiri dan terus saja mengikuti jalan dan melewati markas Brimob dll. Pada waktu Anda sudah melewati plang Tahu Tauhid yang berada di sebelah kiri maka sekitar 200 meter lagi Anda akan sampai di Gerbang akses menuju ke wisata kawah Gunung Tangkuban Perahu (berada di kiri jalan).

Alamat Lengkap Gunung Tangkuban Perahu adalah Gunung Tangkuban Parahu, Sukajaya, Lembang, Bandung Barat 40391, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. 

Apabila Anda masih merasa bingung untuk menuju Gunung Tangkuban Perahu, dapat membeli Paket wisata Bandung atau menyewa Mobil di Rental Mobil Bandung yang sudah termasuk supirnya akan dapat mempermudah perjalanan Anda. Yoshiwafa.com juga memiliki beberapa materi referensi tentang Hotel murah di Bandung untuk Anda yang tidak memiliki Budget lebih untuk menyewa hotel berbintang di Bandung.